BELUNG, MALANG — Bumdes Belung Lumintu di Kecamatan Poncokusumo Menggelar Belung Night Spektakuler.
Di tengah dinginnya malam Poncokusumo, sebuah gebrakan ekonomi dan budaya meletup dari jantung Desa Belung. Bukan lewat seminar atau proyek besar-besaran, tapi melalui sesuatu yang nyaris terlupakan: pasar malam.
Ya, BUMDes Belung Lumintu resmi menghidupkan denyut ekonomi warga dengan cara yang tak biasa—menggelar pasar malam di Rest Area Desa Belung mulai pukul 19.00 WIB.
Hasilnya? Warga tumpah ruah, ekonomi menggeliat, dan nostalgia kolektif pun bangkit dari tidur panjangnya.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, pasar malam ini menjelma menjadi panggung rakyat. Di bawah gemerlap lampu warna-warni, anak-anak antri untuk naik Bianglala, atau kuda kudaan, dan berbagai mainan lain. Sementara para ibu sibuk transaksi jajanan, sementara para pedagang tersenyum lebar melihat dagangannya laris manis. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga tentang merajut kembali kebersamaan yang sempat renggang oleh zaman digital.
Ketua BUMDes Belung, Ahmad Zaini, mengungkapkan bahwa ide ini telah direncakan sejak Juli 2025. “Kami ingin lebih dari sekadar menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kami ingin menghidupkan kembali denyut sosial yang dulu akrab di tengah masyarakat—hiburan rakyat yang merakyat,” ujarnya.
Zaini menekankan bahwa pasar malam adalah gerakan ekonomi rakyat. Di tengah gempuran hiburan digital yang serba individual, Belung Night Spektakuler ini menawarkan ruang interaksi nyata, tempat warga saling sapa, tertawa, dan berbagi cerita. “Ini bukan hanya soal jualan, tapi tentang identitas dan kebersamaan,” tambahnya.
Suroto, koordinator keamanan, memastikan acara berlangsung aman dan tertib. Pengelolaan parkir dipercayakan kepada RT setempat, dengan hasil yang langsung dikembalikan untuk kesejahteraan warga. “Kami ingin semua merasa memiliki. Ini bukan acara BUMDes semata, ini milik kita bersama,” tegas Suroto.
Lebih jauh, pasar malam ini dirancang untuk berkelanjutan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, membuka peluang baru, dan menjadi ikon wisata malam berbasis komunitas di kawasan Malang Timur.
Pasar malam di Belung bukan sekadar hiburan. Ia sebagai stimulus perekonomian warga bergerak. Di sinilah ekonomi rakyat dan budaya lokal nantinya akan bersalaman erat, menari bersama di bawah langit malam yang penuh harapan. Untuk Belung lebih baik dan berkembang.
